Exclusive from Good News From Indonesia

Tidak Banyak yang Tahu, Inilah Asal Kata Merdeka!

"MERDEKA!!!", sebuah kata yang selalu disebut dan diteriakkan oleh masyarakat ketika menyambut hari ulang tahun Republik Indonesia. Selain itu, kata
General
Sat Aug 17 2019 08:45:00 GMT+0000 (UTC)

"MERDEKA!!!", sebuah kata yang selalu disebut dan diteriakkan oleh masyarakat ketika menyambut hari ulang tahun Republik Indonesia. Selain itu, kata ini sudah sejak zaman penjajahan telah dipakai oleh para pejuang. Namun, apakah kawan GNFI tahu dari manakan asal kata Merdeka?

Kata "Merdeka" ternyata berasal dari berbagai bahasa. Dalam Kamus Indonesia (G. Kolff & Co., Bandung, 1951), kata Merdeka berasal dari Bahasa Sansekerta, yakni "Maharddhikeka" lalu diserap menjadi "Merdeheka". Kata merdeka memiliki arti "Lepas dari perhambaan, tiada terikat pada sesuatu"

Sedangkan dari Kamus Umum Bahasa Indonesia (PN Balau Pustaka, Djakarta, 1996), Merdeheka dibakukan menjadi Merdeka, yang artinya "bebas (dr perhambaan, pendjadjahan dsb); berdiri sendiri (tidak terikat, tidak bergantuk pd sesuatu jg lain); lepas (dr tuntutan)."

Disampaikan oleh Elisa Sutan Harahap, Merdeheka juga memiliki arti yakni “orang saleh, pandai agama, diketahuinja jang akan djadi sesudah mati, sebab itu ia mendapat untung kelebihan.” Hanya mereka yang sudah merdeka yang bisa melepaskan diri dari perhambaan dan tidak terikat pada sesuatu.

Kata Maharddhikeka juga mengalami perjalanan yang panjang sebelum menjadi Merdeka.

Pertama, melalui kata Mardijk. Menurut sejarawan Mona Lohanda (lihat “Mayor Jantje dan Unsur Indo-Belanda dalam Musik Rakyat Betawi” dalam novel Burung-burung Walet Klapanoenggal karya Johan Fabricius (Pustaka Azet, Jakarta, 1985), orang mardijk adalah orang merdeka, bukan budak.

Mardijk adalah sebutan yang diberikan kepada orang Papang keturunan Portugal, orang tersebut juga pernah menjadi serdadu VOC.

Kemudian kata Merdijk juga berhubungan dengan kata Merdika yang digunakan di Jawa Barat. Menurut Kamus Basa Sunda (PT Kiblat Buku Utama, 2005) karangan R. Satjadibrata, tertulis bahwa orang merdika bukan budak belian (orang yang dibeli dan dijadikan budak) atau tidak diganggu baik harta, jiwa, agama, dan sebagainya.

--

Sumber : AyoBandung dan berbagai sumber di dalamnya

Penulis: M FACHREZY ZULFIKAR
Dirilis pada 2019-08-17 09:55:10

Open in App