Exclusive from Good News From Indonesia

Kolaborasi Nuansa Hari Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kota Kediri di Kampung Mural

Gapura dengan warna yang sangat kontras merah dan putih, menjadikan nuansa bulan agustus terarah jelas ke momen bersejarah
General
Wed Aug 14 2019 14:49:00 GMT+0000 (UTC)

Ada yang menarik di kampung mural, tepatnya di lingkungan Bendon gang I atau RW 10 Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota. Gapura dengan warna yang sangat kontras merah dan putih, menjadikan nuansa bulan Agustus terarah jelas ke momen bersejarah, yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Babinsa Koramil Kota, Serda Abu Nur Arifin, melihat langsung kondisi terkini gapura yang terletak tepat berhadapan dengan jalan raya di Kota Kediri. kamis (8/8)

Dodot, seorang seniman mural menjelaskan visi dari coretan yang mewarnai tembok kanan kiri perkampungan tersebut. Karakteristik pewarnaan sengaja dibuat dengan kontras merah dan putih.

Kedua warna tersebut, dikatakan Dodot, sangat identik dengan warna dari bendera merah putih, sekaligus memiliki makna yang tidak lepas dari sejarah. Kendati warna merah dan putih sangat mendominasi gapura tersebut, bukan berarti warna lain tidak digunakan.

Coretan atau hiasan di gapura ini diakui Dodot, masih belum selesai, karena proses pengerjaannya masih berjalan. Namun, visi dari gapura itu sendiri sudah berstatus “final”. Banyak visi yang bisa dilihat dari gapura hingga tembok kanan kiri jalan sepanjang 180 meter ini.

“Visi dari gapura ini menunjukkan status warga Bendon, yaitu berpegang pada Bhinneka Tunggal Ika atau “unity in diversity”. Tulisan itu, kita visualkan di gapura tempat keluar masuk warga,” kata Dodot.

Selain itu, ada kata “Ind One” yang artinya Indonesia satu, dan kata tersebut tepat di tembok terdepan atau berada di samping gapura, sedangkan corak warna yang menggambarkan tempat ibadah semua agama, tervisualisasikan di antara “unity in diversity” dengan “Ind one”, sekaligus menunjukkan pluralisme yang ada di tengah lingkungan Bendon.

Sementara itu, ketika memasuki perkampungan ini, pernak pernik burung berbahan kertas, terlihat menggantung sepanjang 144 meter. Angka tersebut sebenarnya erat kaitannya dengan hari jadi Kota Kediri ke-1440.

Namira, sosok insiator di balik munculnya burung kertas tersebut menjelaskan. Jumlah burung kertas itu secara keseluruhan ada 1.440, sedangkan panjang gantungan burung kertas itu mencapai 144 meter. Kedua angka tersebut, semua mengacu pada hari jadi Kota Kediri.

Bila dilihat dari dekat, sangat terlihat guritan berbentuk tulisan, dan pengamatan tersebut dibenarkan Namira. Tulisan tersebut, dikatakan Namira, adalah harapan dari seluruh warga Bendon gang I atau RW 10.

Harapan tersebut bermacam-macam, dan semua dapat menulisnya, dari anak-anak hingga kakek nenek.

“Semua burung kertas ini, ada tulisannya. Tulisan itu adalah harapan dari seluruh warga Bendon. Warga bebas mengekspresikannya berupa tulisan,” kata Namira.

Di tempat terpisah, Erfani menjelaskan keberadaan patung berbahan kertas yang bersandar di pohon. Patung itu masih belum sempurna alias masih dalam proses pengerjaan.

Gambarannya, dijelaskan Erfani, patung tersebut akan berwujud “Garuda Muka”. Seluruh “body design” patung itu memiliki makna, dari bulu kaki, bulu leher, bulu sayap hingga posisi atau sikap patung itu sendiri.

Menanggapi kesiapan yang dilakukan warga Bendon, Erfani menjelaskan, ”Ini semua kita siapkan untuk beberapa acara, Kediri Nite Festival dan Hari Kemerdekaan RI. Jadi semua yang ada di sini, gabungan dari dua tujuan, Hari Kemerdekaan RI dan hari jadi Kota Kediri.”

Terkait aktivitas yang dilakukan Karang Taruna menyambut dua acara yang berbeda, Andreo selaku Ketua Karang Taruna setempat, menegaskan tidak ada kesulitan dalam mengerjakannya.

Hal ini dikarenakan warga Bendon secara turun temurun memiliki tradisi kebersamaan yang hingga generasi saat ini masih berlaku.

Dari kebersamaan berbeda latar belakang itulah, semua insiatif atau ide yang tertuang bisa dijalankan. Namun, diakuinya, kendala teknis “klasik” tetap ada, yaitu masalah pendanaan, dan pendanaan itu merupakan hasil swadaya warga setempat.

Penulis: DODIK SUWARNO
Dirilis pada 2019-08-08 14:00:00

Open in App