Exclusive from Good News From Indonesia

Indonesia Negara Tersantai di Dunia: Santai Tapi Serius

Indonesia dinobatkan sebagai negara tersantai di dunia, mengalahkan Australia dan Islandia. Namun sebenarnya apakah ini hal yang baik atau malah buruk?
General
Wed Aug 14 2019 16:51:00 GMT+0000 (UTC)

Santuy, sans, santai kayak di pantai.

Kalimat ini pasti akrab di telinga teman-teman ketika sedang bercakap-cakap dengan orang Indonesia. Munculnya berita bahwa Indonesia dinobatkan sebagai negara tersantai di dunia membuat masyarakat Indonesia sempat heboh.

Menurut survei yang dilakukan oleh situs pemesanan akomodasi, LasMinute.com, Indonesia mengalahkan Islandia dan Australia dalam kategori negara tersantai.

Beberapa faktor yang dinilai adalah rendahnya rata-rata suhu udara, level polusi udara dan cahaya, dan jumlah tempat wisata dan relaksasi seperti spa dan pantai.

Pasalnya, Indonesia didata memiliki 66 tempat spa yang masuk standar internasional dan kurang lebih 186 lahan terbuka hijau di sekitar lokasi spa tersebut.

Kemudian garis pantai Indonesia yang memiliki panjang 88 kilometer, serta suhu rata-rata Indonesia kurang lebih 25 derajat celcius, membuat Tanah Air menjadi destinasi wisata nomor satu.

Tempat spa terbaik memang sejak tahun 2015 telah dinobatkan pada Indonesia dalam penghargaan World Luxury Spa. Terdapat 11 penghargaan yang dimenangkan perwakilan Indonesia, yaitu Bali dari 22 kategori yang ada.

Salah satu tempat Spa di Bali | Sumber: nusatrip.com

Namun jika melihat respon masyarakat Indonesia di media sosial tentang hal ini, lebih banyak yang berfokus pada "kesantuy-an" orang-orang Indonesia dari foto dan video yang viral.

Mulai dari santainya pengendara motor yang melanggar peraturan di depan polisi lalu lintas, mengendarai motor sambil berdiri, hingga santainya orang-orang yang nongkrong di warkop sambil main gim.

Kalau dilihat lagi, sikap seperti ini sangat unik dan lucu, karena mungkin tidak ditemukan di negara-negara lain.

Namun jika melihat kesuksesan dari negara-negara maju seperti Jepang dan Singapura, salah satu yang mengantarkan mereka ke sana adalah mematuhi peraturan yang ada.

Selain itu juga perasaan menghargai waktu yang dimiliki masyarakat negara-negara maju yang membuat setiap individu bertanggung jawab dengan pekerjaannya masing-masing.

Hal ini memang perlu dicontoh oleh masyarakat Indonesia, mengingat pasti teman-teman cukup akrab dalam situasi "jam karet" orang-orang Indonesia yang janjian jam berapa, dateng jam berapa.

Macet, alasan klasik saat terlambat | Sumber: The Jakarta Post

Diperkuat juga dengan salah satu pepatah Jawa, alon-alon asal kelakon alias pelan-pelan yang penting dilakukan.

Saya sendiri juga terkadang harus terpaksa berbohong dengan membuat janji satu jam lebih awal, untuk mengantisipasi teman-teman yang ngaret.

Meskipun begitu, menjadi santuy ini juga bukan sepenuhnya salah, mengingat tingkat stress yang tinggi juga didapatkan oleh negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan.

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menyeimbangkan kedua hal berbeda ini: menjadi santuy dan tanggung jawab dengan waktu.

Bahkan kalau dibilang kedua hal ini bisa dilakukan bersamaan, seperti pepatah lain yang mungkin juga akrab di telinga teman-teman: santai tapi serius.

Bagaimana menurutmu?


Catatan kaki: CNN Indonesia | Kompasiana

Penulis: NABILA GHAISANI
Dirilis pada 2019-08-07 15:45:00

Open in App